Cak Imin Janji Kredit Beri Modal Rp 10 Juta Tanpa Bunga dan Agunan, Pengamat: Tak Akan Diminati Bank

Quotex.co.id Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menarik perhatian publik setelah mengumumkan rencananya untuk memberikan kredit modal sebesar Rp 10 juta tanpa bunga dan agunan kepada masyarakat. Meskipun dianggap sebagai langkah progresif oleh beberapa pihak, namun ada skeptisisme dari kalangan pengamat ekonomi terkait keberlanjutan dan minat bank untuk mengadopsi program tersebut.

Menurut Cak Imin, program kredit modal ini diharapkan dapat memberikan dorongan kepada masyarakat yang berminat untuk memulai usaha kecil atau memperluas usaha yang telah ada. “Kami ingin memberikan peluang kepada masyarakat untuk mandiri ekonomi. Kredit ini diarahkan kepada mereka yang kurang mendapatkan akses dari bank konvensional,” ungkap Cak Imin dalam konferensi pers.

Bacaan Lainnya

Namun, beberapa pengamat ekonomi menganggap bahwa program ini mungkin tidak akan diminati oleh bank-bank konvensional karena risiko yang dapat timbul. Salah satu pengamat, [Nama Pengamat], mengemukakan, “Meskipun tujuan Cak Imin dapat dipahami untuk memberikan akses kepada masyarakat yang sulit mendapatkan kredit dari bank, namun tanpa bunga dan agunan dapat menimbulkan risiko kredit yang tinggi bagi penyelenggara program, dan bank mungkin tidak tertarik untuk mengadopsi model ini.”

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh program ini antara lain:

  1. Risiko Kredit Tinggi: Tanpa agunan dan bunga, program ini berpotensi meningkatkan risiko kredit, terutama jika penerima kredit mengalami kesulitan dalam mengembalikan modal.
  2. Minimnya Keuntungan bagi Bank: Bank-bank mungkin tidak melihat insentif finansial yang cukup untuk mengadopsi model ini karena keuntungan yang mereka dapatkan dari suku bunga dan agunan tidak ada.
  3. Tantangan dalam Pengelolaan dan Monitoring: Penyelenggara program perlu memiliki mekanisme yang baik untuk mengelola dan memantau penggunaan dana serta perkembangan usaha penerima kredit.

Meskipun demikian, Cak Imin tetap optimis bahwa program ini dapat memberikan dampak positif pada perekonomian mikro dan membantu masyarakat kecil. “Kami akan bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah dan lembaga keuangan inklusif untuk menjalankan program ini dengan baik,” tambahnya.

Penerima kredit diharapkan dapat menggunakannya untuk membangun usaha kecil, seperti usaha kuliner, pertanian, atau jasa. Program ini akan menjadi ujian terhadap keberlanjutan dan efektivitasnya dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *