Cara Hitung Tarif Efektif PPh 21 untuk Pegawai Tetap dan Tidak Tetap

Quotex.co.id – Pajak Penghasilan (PPh) 21 merupakan pajak yang dikenakan kepada penghasilan pegawai yang berasal dari pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan di Indonesia. Bagi perusahaan, khususnya yang memiliki pegawai tetap dan tidak tetap, menghitung tarif efektif PPh 21 menjadi penting untuk memastikan kewajiban pajak dipenuhi dengan benar. Berikut adalah cara hitung tarif efektif PPh 21 untuk pegawai tetap dan tidak tetap:

1. Pegawai Tetap:

a. Hitung Penghasilan Bruto (Gaji Pokok dan Tunjangan):

Bacaan Lainnya
  • Jumlahkan gaji pokok dan tunjangan lain yang diterima oleh pegawai.

b. Kurangkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP):

  • PTKP adalah potongan penghasilan yang tidak dikenai pajak. Kurangkan PTKP dari penghasilan bruto.

c. Tentukan Tarif PPh 21:

  • Tentukan tarif PPh 21 yang berlaku. Misalnya, tarif 5% untuk penghasilan hingga Rp50 juta dan 15% untuk penghasilan di atas itu.

d. Hitung PPh 21 yang Harus Dibayarkan:

  • Gunakan tarif PPh 21 untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh pegawai.

e. Hitung Tarif Efektif:

  • Hitung tarif efektif dengan membagi jumlah pajak yang dibayarkan dengan penghasilan bruto dan dikalikan 100%.

2. Pegawai Tidak Tetap:

a. Hitung Penghasilan Bruto (Gaji atau Honor):

  • Jumlahkan gaji atau honor yang diterima oleh pegawai.

b. Kurangkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP):

  • Kurangkan PTKP dari penghasilan bruto.

c. Tentukan Tarif PPh 21:

  • Tentukan tarif PPh 21 yang berlaku sesuai dengan penghasilan yang diterima.

d. Hitung PPh 21 yang Harus Dibayarkan:

  • Gunakan tarif PPh 21 untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh pegawai.

e. Hitung Tarif Efektif:

  • Hitung tarif efektif dengan membagi jumlah pajak yang dibayarkan dengan penghasilan bruto dan dikalikan 100%.

Pentingnya Hitung Tarif Efektif:

Menghitung tarif efektif PPh 21 penting untuk memahami sejauh mana pajak berdampak pada penghasilan pegawai. Hal ini juga membantu perusahaan dan pegawai dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan pajak dengan lebih efisien.

Penting untuk selalu memastikan bahwa perhitungan tarif PPh 21 dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mengikuti perubahan-perubahan regulasi yang mungkin terjadi. Konsultasikan dengan ahli pajak atau konsultan keuangan jika diperlukan untuk memastikan kepatuhan pajak yang optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *