IHSG Ditutup Anjlok ke 7.200, Saham TPIA & BREN Prajogo Berguguran

Quotex.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan hari ini dengan anjlok ke level 7.200, mencatat penurunan signifikan yang mencerminkan tekanan di pasar saham. Penurunan ini juga diikuti oleh saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TPIA) dan PT Bumi Resources Tbk (BREN), dua perusahaan yang dikenal sebagai bagian dari konglomerasi Prajogo Pangestu.

IHSG turun ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar. Penurunan ini sejalan dengan gejolak ekonomi global dan isu-isu terkait ketidakpastian pasar keuangan.

Bacaan Lainnya

Saham TPIA, perusahaan yang bergerak di sektor agribisnis, mencatat penurunan yang signifikan sebesar 8%. Penurunan ini diyakini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk tekanan harga komoditas di pasar global dan dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian.

Sementara itu, saham BREN, perusahaan tambang yang menjadi bagian dari konglomerasi Prajogo Pangestu, juga mengalami penurunan tajam sebesar 9%. Gejolak dalam harga komoditas, terutama batu bara, dan ketidakpastian terkait regulasi lingkungan menjadi faktor-faktor yang menyumbang pada penurunan saham BREN.

Prajogo Pangestu, pemilik mayoritas saham TPIA dan BREN, belum memberikan komentar resmi terkait penurunan saham ini. Namun, analis pasar mencatat bahwa perusahaan-perusahaan yang terkait dengan komoditas dan sumber daya alam rentan terhadap fluktuasi pasar global dan regulasi yang berubah-ubah.

Ketua BEI, Inarno Djajadi, dalam konferensi pers menyatakan, “Kami terus memonitor situasi ini dan bekerja sama dengan regulator untuk menjaga stabilitas pasar. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sektor-sektor tertentu, dan kami berharap dapat melihat pemulihan seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi global.”

Meskipun kondisi pasar saat ini menantang, beberapa analis percaya bahwa ini juga dapat menjadi peluang bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang. Kesadaran akan risiko dan potensi reward dalam mengelola portofolio investasi menjadi semakin penting di tengah gejolak pasar yang terus berlanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *