Moratelindo (MORA) Mau Terbitkan Sukuk Rp750 Miliar untuk Refinancing & Investasi

Quotex.co.id – Perusahaan telekomunikasi Moratelindo (MORA) berencana untuk menerbitkan sukuk senilai Rp750 miliar sebagai bagian dari strategi refinancing dan investasi. Langkah ini diambil untuk mendukung ekspansi bisnis, meningkatkan infrastruktur, dan mengelola kewajiban keuangan dengan lebih efektif.

Moratelindo, yang telah lama menjadi pemain utama di industri telekomunikasi Indonesia, berusaha untuk memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang kondusif untuk mendapatkan dana yang diperlukan. Sukuk yang akan diterbitkan diharapkan dapat memberikan solusi finansial yang optimal bagi perusahaan.

Bacaan Lainnya

Direktur Keuangan Moratelindo, Amanda Putri, dalam keterangan resminya menyatakan, “Penerbitan sukuk sebesar Rp750 miliar ini akan digunakan untuk refinancing utang yang ada serta untuk mendukung investasi dalam peningkatan kapasitas jaringan dan inovasi teknologi.”

Sukuk tersebut diharapkan akan memiliki tenor yang menarik bagi investor dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan kewajiban keuangan jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan strategi Moratelindo dalam mengoptimalkan struktur modalnya dan memanfaatkan sumber daya finansial dengan lebih efisien.

Perusahaan telekomunikasi di Indonesia terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan infrastruktur untuk memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang. Moratelindo, dengan rencana penerbitan sukuk ini, menunjukkan komitmennya untuk tetap menjadi pemain kunci dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang handal dan inovatif.

Moratelindo juga berfokus pada ekspansi bisnis di luar negeri, dan penerbitan sukuk ini diharapkan akan memberikan dukungan finansial yang diperlukan untuk melanjutkan rencana ekspansi tersebut.

Penerbitan sukuk senilai Rp750 miliar oleh Moratelindo menambah daftar perusahaan di sektor telekomunikasi yang memanfaatkan instrumen keuangan Islam sebagai alternatif dalam pengelolaan keuangan dan pendanaan proyek-proyek strategis. Langkah ini juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap potensi pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *