Pinjol dengan Kredit Macet Tinggi di Atas 5%, Ada TaniFund, iGrow, hingga Investree

Quotex.co.id – Industri pinjaman online atau peer-to-peer lending (Pinjol) di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah beberapa platform menghadapi tantangan serius terkait tingginya tingkat kredit macet. Beberapa di antaranya yang menonjol adalah TaniFund, iGrow, dan Investree, yang mengalami peningkatan kredit macet di atas 5%.

Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit macet di sektor pinjaman online mencapai tingkat yang cukup tinggi, menyentuh angka di atas 5% pada kuartal terakhir. OJK telah memberikan peringatan serius terkait pengelolaan risiko dan tata kelola yang baik kepada para pelaku industri ini.

Bacaan Lainnya

TaniFund, platform peer-to-peer lending yang fokus pada pembiayaan pertanian, menghadapi tantangan besar dalam mengelola portofolio kreditnya. “Kami mengakui bahwa tingkat kredit macet telah meningkat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Namun, kami sedang bekerja keras untuk memperkuat sistem evaluasi risiko kami,” ungkap [Nama CEO TaniFund].

iGrow, yang berfokus pada pembiayaan sektor pertanian dan perkebunan, juga melaporkan peningkatan kredit macet yang signifikan. [Nama CEO iGrow] menyampaikan, “Kami mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan manajemen risiko dan melakukan perubahan dalam skema pinjaman untuk mengurangi risiko kredit.”

Investree, salah satu platform pinjol terkemuka di Indonesia, menghadapi tekanan serupa. [Nama CEO Investree] mengakui bahwa mereka sedang melakukan evaluasi mendalam terkait portofolio kredit dan memperkenalkan langkah-langkah perbaikan. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola dan memperkuat mitigasi risiko agar dapat memberikan layanan yang lebih aman dan berkelanjutan,” tambahnya.

OJK telah memberikan saran kepada semua pelaku industri pinjol untuk lebih berhati-hati dalam menilai peminjam, meningkatkan transparansi, dan memberikan edukasi keuangan kepada nasabah. Selain itu, OJK juga sedang mempertimbangkan penerapan aturan yang lebih ketat untuk mengendalikan risiko di sektor ini.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melakukan penelitian menyeluruh sebelum menggunakan layanan pinjol. Langkah pencegahan dan literasi keuangan dianggap krusial dalam meminimalkan risiko bagi peminjam dan memastikan keberlanjutan industri pinjaman online di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *