TikTok Shop Masih Jualan di Media Sosial, Teten: Pemerintah Harus Konsisten, Supaya Tidak Ada Monopoli

Quotex.co.id JAKARTA – TikTok Shop, platform e-commerce yang telah mendapatkan popularitas melalui media sosial, masih tetap beroperasi untuk berjualan. Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Menkeu/BKPM) Teten Masduki menyoroti fenomena ini dan menyatakan bahwa pemerintah perlu menjaga konsistensi regulasi agar tidak terjadi monopoli di sektor e-commerce.

TikTok Shop, yang memanfaatkan basis pengguna aplikasi media sosial TikTok, telah menjadi tren dengan memberikan peluang kepada para pengguna untuk berjualan produk secara langsung melalui platform tersebut. Namun, Teten Masduki menyoroti perlunya kebijakan yang konsisten untuk mencegah terjadinya dominasi pasar yang tidak sehat.

Bacaan Lainnya

Menurut Teten, konsistensi dalam regulasi perlu ditegakkan untuk memastikan keadilan dan keberagaman dalam ekosistem e-commerce. Dengan pertumbuhan yang cepat dan adopsi teknologi digital yang masif, peran pemerintah dalam menciptakan lingkungan usaha yang sehat menjadi semakin penting.

Keberadaan TikTok Shop dan platform e-commerce serupa menunjukkan perubahan lanskap bisnis di era digital, di mana interaksi konsumen semakin terintegrasi dengan media sosial. Namun, tantangan terkait persaingan yang adil dan perlindungan konsumen juga perlu diatasi.

Teten Masduki menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji kebijakan yang tepat untuk mendukung perkembangan sektor e-commerce tanpa mengorbankan aspek keadilan dan keberagaman pasar. Regulasi yang konsisten dan adil diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan memberikan peluang kepada pelaku usaha kecil dan menengah.

Seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan perubahan pola konsumen, pemerintah juga diingatkan untuk tetap melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, untuk mendapatkan masukan yang komprehensif dalam penyusunan regulasi.

Dengan langkah-langkah yang tepat, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan bisnis yang inovatif, berdaya saing, dan inklusif, serta mencegah terjadinya monopoli yang dapat merugikan para pelaku usaha dan konsumen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *